FIRST

Whoaaaaaammm... 
Dua Bola mataku terkejam berharap segera berpindah kealam mimpi. Ditemani musik khas dari Ed sheeran,  aku berkhayal tentang apa yang akan aku tuangkan digoresan pena ini. Romansa? Scientist?  Lelucon? Atau kisah tambang emas dimensi lain disekolahku. Ntah lah, yang jelas aku menulis karena aku memang ingin menulis, bukan karena bang adam satpam sekolah,  atau bang sani yang mencetak rekor muter muter sekolah. 

Menulislah untuk dirimu sendiri. Jangan menulis gara gara terpaksa atau untuk ingin cintamu diterima oleh doi. Menulis itu seni yang amat indah. Seindah musik klasik mozzart atau bahkan melebihinya. Dengan menulis kita bisa menumpahkan unek unek dengan dibungkus oleh prosa prosa yang menjadi "micin" ditulisan itu. Menulis juga mengabadikan kenangan yang ada. Tapi kenangan sama si mantan mah lupain aja dah, ga guna juga yakan? Hahaha.

Tulislah apa yang ada dikepala dan hatimu.  Ntah itu kenangan yang amat berarti, kisah inspirasi, keluh kesah, catatan harian, ya apa aja deh(catatan utang mah jangan yak). Coba bayangin deh seandainya kisah perjuangan rakyat indonesia melawan penjajah nggak ada dibuku sejarah dan arsip negara, pasti sejarah dan jati diri negara kita hilang kan? Bayangin kalo cerita "laskar pelangi" tak dibukukan? Dunia akan kehilangan sebuah motivasi yang sangat besar. Bayangin aja kalo cerita Milea nggak menulis kisah dia bersama di buku diarynya, kita gak akan pernah baca buku "Dilan 1990 & Dilan 1991".
Itulah segelintir bayangan jika kita tidak menulis.  Akan banyak hal yang tak terabadikan dan akan banyak sekali kenangan yang terlupakan.  Akan banyak juga pemikiran pemikiran yang tak tersebar luaskan.  Dan banyak pengalaman yang tak dapat dijadikan guru oleh orang lain yang membutuhkan. 

So, mulai sekarang ayo menulis!

Komentar

Postingan Populer